Bangkit Bersama copas dari FB

BANGKIT BERSAMA

Omset bisnis anda turun ? Sama… saya juga.

Dalam situasi ini, yang omsetnya nggak turun mungkin sedikit sekali. Sebagian besar malah terjun bebas. Dan bahkan, banyak yang nggak cuma terjun, tapi tutup usaha karena tak bisa jualan.

Yang omsetnya turun, perusahaan mungkin masih punya cadangan cash untuk 5-10 bulan ke depan.

Yang omsetnya anjlok, biasanya masih punya dana cadangan untuk bertahan 3-5 bulan ke depan.

Yang terpaksa nggak jualan, mungkin masih punya tabungan untuk hidup 3-5 bulan ke depan.

Nah… yang kasihan justru, mereka yang memaksakan diri tetap harus jualan dan bekerja, bukan karena tak khawatir dengan corona, tapi memang benar-benar tak ada pilihan lainya.

Mereka yang bekerja hari ini, untuk hidup hari ini !

Seperti para penjual cilok, lotek, nasi goreng, sate, atau kisah pilu penjual putu yang tetap nekat jualan di komplek perumahan saya meski ada corona.

Basah kuyup kehujanan, penjual putu itu tetap jualan. Dan kebetulan anak saya yang doyan, minta dibelikan.

Celakanya, pas dicicipi, ternyata putunya sudah basi. Tentu saja kami sempat gelo dan ngomel sendiri.

Tapi, begitu mengerti dia nekat begitu, pasti karena stok jualan yang kemarin masih banyak dan tak laku, kami bisa memahami.

Sepertinya, besok kalau lewat lagi, perlu dibeli lebih banyak, biar dia nggak jual putu basi lagi.

Kejadian sepele ini, mungkin tak begitu berarti. Tapi, mungkin bisa jadi cerminan, bahwa di level terbawah, krisis ini memang sudah dirasakan dan benar-benar terjadi.

—-

Poinya adalah, bahaya jika golongan yang berpunya saat ini malah memilih menahan uangnya, dengan pertimbangan saat krisis begini “cash is king”.
Atau memilih menghemat pengeluaran, karena mau diinvestasikan beli emas / saham yang lagi jatuh dan lebih menguntungkan.

Sebagai pebisnis, saya bisa memahami jika anda mengambil peluang itu.

Tapi, saya ingin sedikit ingatkan bahwa krisis sekarang ini beda dengan 98.

Dulu, UMKM tidak terlalu terdampak, bahkan justru jadi jaring pengaman. Tapi, hari ini anda lihat sendiri, UMKM banyak yang sudah semaput mau mati.

Jika dibawah ekonomi tak bergerak, suply-chain masih berhenti, maka petani dan produsen akan terus merugi. Berbagai kebutuhan semakin sulit dicari, dan krisis yang lebih berat akan kita alami.
Mungkin saat itu, uang yang kita tahan semakin nggak ada nilainya.

Tak usah menunggu dan berharap terlalu banyak kepada pemerintah. Anda tau sendiri kan kondisinya.

Jadi, pilihan yang ada adalah kita harus #BangkitBersama.

Dimulai dari yang terdekat yaitu tetangga.

Sebab, di saat seperti ini tetangga adalah jaring pengaman terkuat. Beli jualan tetangga untuk kebutuhan sehari-hari, agar jualanya laku. Syukur bisa untuk bantu tetangga terdampak yang tidak mampu.

Kemudian, cari dan informasikan bila ada petani, peternak, pedagang, dan umkm di sekitar yang barangnya menumpuk karena kesulitan menjual (terutama produk pangan).
Segera share ke jaringan terdekat entah via WAG, FB dan sosmed lainya, agar lebih banyak teman yang bisa membantu rame-rame membelinya, atau minimal ikut mepromosikan produknya. Jangan sampai produknya busuk karena jalur distribusi yg masih terputus saat ini.

Intinya, sekarang adalah saatnya kita bersama-sama MEMBELA dan MEMBELI produk petani, peternak, produsen, penjual dan UMKM tetangga / sekitar agar ekonomi lokal tetap berputar.

FB : Widya Supena