Opini Dokter Tifa untuk tahun 2021

“DokTif, apa nasihat buat menghadapi Tahun 2021?”Ada beberapa hal. Perhatikan dengan baik.SATUJangan pernah berharap kehidupan akan kembali seperti tahun yang telah lalu.Kehidupan itu seperti mobil berjalan tanpa gigi mundur. Maju terus dan masa yang lewat adalah masa yang lewat. Tak pernah ada manusia yang mengulangi kehidupan yang telah dilaluinya. Kehidupan itu sendiri tak pernah mengulangi dirinya. Dia berubah bergerak berganti. DUABiasakan kita hidup cukup lama dengan 3M. Ambil sisi positifnya, jangan menggerutu.Masker itu baik dipakai. Kebiasaan mencuci tangan itu juga bagus. Udara kota sudah lama tercemar dan tidak sehat. Tanpa Coronavirus pun ada jutaan kuman lain yang bergentayangan di udara, menunggu giliran kita hirup dan menempel di setiap permukaan bahkan makanan dan minuman.”M yang ketiga, DokTif? Menjaga jarak, bukankah itu dehumanisasi?”Haishh kebanyakan nonton youtube MW.Dehumanisasi adalah ketika kita dimana-mana tempel menempel, duduk tanpa jarak, memungkinkan terjadi segala apa yang mengarah ke sexual harrashment, cipika cipiki, salaman sana sini. Lihatlah orang Jepang. Ratusan tahun mereka terbiasa saling membungkuk sebagai sapa, tanpa salaman dan apalagi cipika cipiki. Artinya jangan lebay dan reaktif. Menjaga jarak di tempat umum itu baik dan bagus.Biasakanlah 3M, tanpa banyak komplain dan protes. Kita selamat, dan menyelamatkan banyak orang.TIGASaatnya bekerja mencari nafkah dengan giat tanpa harus terbebani issue Pandemi. Tentu saja dengan modifikasi, inovasi, dan akselerasi teknologi. Tahun 2020 mengajarkan kepada kita, banyak ternyata pekerjaan yang bisa diakselerasikan ke teknologi, sehingga tidak perlu kantor bahkan ruangan.Segera pelahari tools-tools online dan biasakan menjalaninya. Jangan menggerutu, bertahan dalam kegaptekan. Kalau masih mau hidup terselamatkan.Di sinilah Survival for the fittest bakal terjadi.Siapa yang fitted, mampu beradaptasi dan fleksibel dengan kehidupan baru, dia yang bertahan.EMPATHidup hemat, sebisa mungkin menabung, dunia akhirat, maksudnya menabung di rekeninf sendiri dan rekening anak yatim. Sediakan berapapun sedekah, dan minta Allah jadikan itu pinjaman yang dikembalikan 700 kali lipat. Satu saat anda akan terkejut betapa sedekah itu mampu menyelamatkan anda dalam kehidupan mendatang.LIMABuat yang tidak mampu bertahan hidup di kota besar, jangan nekat atau anda cuma jadi beban. Inilah waktunya Anda merenung dan evaluasi. Segera pikirkan untuk pindah ke kota lebih kecil atau desa, yang biaya hidup tidak tinggi dan sekira mampu anda raih. Tahun 2021-2022 pasang mode bertahan hidup. Tahun 2023 kalau masih hidup dan bertahan itu artimya anda lolos seleksi alam. Hentikan segala kegiatan dan keinginan yang butuh keluarin uang tanpa hasil. Makanan yang sehat itu ternyata mudah dan murah. Pikiran yang salah membuatnya jadi mahal dan susah.Hampir tiap hari saya makan sup tahu dengan bumbu bawang dan garam saja pakai cabe rawit. Sangat mudah sangat murah dan sangat sehat. Kenyang dan lezat. Tahu kukus dengan kecap bawang merah dan cabai rawit pun enak. Eh kok jadi pengen? Nyumm.Baju masih bisa dipakai 10 tahun. Beberapa baju saya 10 tahun dan masih bisa dipakai. Yang penting kan orangnya tetep keren. Yekan.ENAMPaling utama. Jaga iman. Perkuat ibadah. Perkuat kedekatan dengan Allah.Tahun 2020 adalah waktu berkah bagi saya. Betapa saya merasa begitu dekat dengan Allah. Dan saya akan jaga kedekatan ini dengan segala daya dan upaya.Allah yang dekat, membuat saya tak takut apapun. Membuat saya tak gentar. Membuat saya merasa begitu utuh.TUJUHAnda membaca postingan saya artinya Anda masih hidup. Bersyukurlah, kita masih bisa memperbaiki diri, ingat selalu husnul khatimah. Berbuat baik setiap waktu setiap saat. Dari bangun tidur hingga mau tidur, teruslah berbuat dan menebar kebaikan. “Apalagi, DokTif?”Itu aja dulu. Renungkan di malam hari yang syahdu ini. Semoga Allah menjaga kita, melindungi, mencukupi, dan melimpahi dengan segala Kasih SayangNya tanpa batas. Saya cinta anda semua. Semoga Allah memanjangkan umur saya hingga terus bisa mendampingi dan membersamai Anda semua selama mungkin. Amiin Ya Rabb.Bismillah.Selamat Tahun Baru 2021.

Peradaban Tanpa tatap Muka

Peradaban tanpa tatap muka

Bahkan sebelum wabah coronavirus pun kita sebenarnya sudah perlahan memasuki era peradaban tanpa tatap muka. TeknologiTeknologij membuat hidup kita direduksi dalam bentuk smartphone dan jaringan internet. Namun datangnya corona benar-benar mendorong peradaban manusia menjadi peradaban tanpa tatap muka di abad ini. 

Kita mengisolasi diri dan menjaga jarak, sambil pada saat yang sama tak ada lagi jarak sebenarnya antara kita dan orang lain. Semuanya terkoneksi lewat berbagai aplikasi pendukung di dalam hape kita. 

Pernyataan Presiden dari Istana misalnya bisa dinikmati langsung di saat anda memeluk guling di kamar tidur anda. Pengajian Live yang semakin menjamur bisa dinikmati lewat Instagram: saya di Melbourne, Ustad Yusuf Mansur di Jakarta, dan obrolan kami ditonton di ruang tamu kawan yang berada di Jerman, di dalam mobil yang kena macet di Makassar, atau sambil menyeruput kopi di teras rumah anda di Solo. Ruang perkuliahan dipindahkan ke kamar tidur atau meja makan lewat Zoom. Saya dimana, dan students saya entah ada di mana. Luar biasa!

Namun pada saat yang sama kita dipaksa kini mendefinisikan ulang elemen kemanusiaan kita. Kalau dulu para haters seenaknya memaki kita di medsos dengan kasar karena seolah-olah yang mereka maki hanya layar smartphone, kini berita korban wabah corona pun seolah hanya deretan angka dan foto di layar hape kita. Tak masuk ke dalam relung hati kita, sampai mungkin orang terdekat kita yang turut menjad korban. 

Pendek kata, kini kita memasuki era peradaban tanpa tatap muka. Ada masyarakat yang siap menghadapinya, namun banyak pula yang gamang. 

Benarkah kini definisi ngopi bareng itu lewat layar hape: Gus Arifin posting foto cangkir kopinya, dibalas Pak Dhe Amal dengan video cangkir kopinya plus suara burung kesayangannya, lantas ditimpali Mprop Picoes dengan menyebut nikmatnya ngopi sambil mempromosikan jualan kopi kawannya. Lantas netizen ramai-ramai meRT dan meLike. Inikah peradaban tanpa tatap muka itu? 

Kalau masalahnya hanya sekadar ngopi, mungkin tidak terlalu besar dampaknya. Namun jika peradaban tanpa tatap muka ini sudah memasuki relung peribadatan, apakah cara kita menyembahNya pun menjadi sangat individual, dan hanya bergabung dengan jamaah lewat layar hape kita? Apakah Tuhan akan menerima ibadah semacam ini?

Begitu juga hubungan personal kita dengan mereka yang kita cintai, cukupkah peradaban tanpa tatap muka ini menggantikan makna senyuman tanpa sentuhan? Tak ada salaman antara kakak-adik; anak-orang tua; dan antar tetangga, padahal Easter dan Ramadhan menjelang datang. 

Pendek kata, kita kini menghadapi peradaban tanpa tatap muka yang semakin meluas. Apakah ini hanya sementara karena wabah corona, atau sesungguhnya inilah cikal bakal kehidupan kita selanjutnya. Manusia semakin rentan terhadap virus, kita semakin mengisolasi diri untuk bertahan, dan hanya terhubung lewat koneksi internet. Inikah ciri peradaban manusia selanjutnya? Dan corona yang menjadi triggernya. 

Tabik,

GNH

Bangkit Bersama copas dari FB

BANGKIT BERSAMA

Omset bisnis anda turun ? Sama… saya juga.

Dalam situasi ini, yang omsetnya nggak turun mungkin sedikit sekali. Sebagian besar malah terjun bebas. Dan bahkan, banyak yang nggak cuma terjun, tapi tutup usaha karena tak bisa jualan.

Yang omsetnya turun, perusahaan mungkin masih punya cadangan cash untuk 5-10 bulan ke depan.

Yang omsetnya anjlok, biasanya masih punya dana cadangan untuk bertahan 3-5 bulan ke depan.

Yang terpaksa nggak jualan, mungkin masih punya tabungan untuk hidup 3-5 bulan ke depan.

Nah… yang kasihan justru, mereka yang memaksakan diri tetap harus jualan dan bekerja, bukan karena tak khawatir dengan corona, tapi memang benar-benar tak ada pilihan lainya.

Mereka yang bekerja hari ini, untuk hidup hari ini !

Seperti para penjual cilok, lotek, nasi goreng, sate, atau kisah pilu penjual putu yang tetap nekat jualan di komplek perumahan saya meski ada corona.

Basah kuyup kehujanan, penjual putu itu tetap jualan. Dan kebetulan anak saya yang doyan, minta dibelikan.

Celakanya, pas dicicipi, ternyata putunya sudah basi. Tentu saja kami sempat gelo dan ngomel sendiri.

Tapi, begitu mengerti dia nekat begitu, pasti karena stok jualan yang kemarin masih banyak dan tak laku, kami bisa memahami.

Sepertinya, besok kalau lewat lagi, perlu dibeli lebih banyak, biar dia nggak jual putu basi lagi.

Kejadian sepele ini, mungkin tak begitu berarti. Tapi, mungkin bisa jadi cerminan, bahwa di level terbawah, krisis ini memang sudah dirasakan dan benar-benar terjadi.

—-

Poinya adalah, bahaya jika golongan yang berpunya saat ini malah memilih menahan uangnya, dengan pertimbangan saat krisis begini “cash is king”.
Atau memilih menghemat pengeluaran, karena mau diinvestasikan beli emas / saham yang lagi jatuh dan lebih menguntungkan.

Sebagai pebisnis, saya bisa memahami jika anda mengambil peluang itu.

Tapi, saya ingin sedikit ingatkan bahwa krisis sekarang ini beda dengan 98.

Dulu, UMKM tidak terlalu terdampak, bahkan justru jadi jaring pengaman. Tapi, hari ini anda lihat sendiri, UMKM banyak yang sudah semaput mau mati.

Jika dibawah ekonomi tak bergerak, suply-chain masih berhenti, maka petani dan produsen akan terus merugi. Berbagai kebutuhan semakin sulit dicari, dan krisis yang lebih berat akan kita alami.
Mungkin saat itu, uang yang kita tahan semakin nggak ada nilainya.

Tak usah menunggu dan berharap terlalu banyak kepada pemerintah. Anda tau sendiri kan kondisinya.

Jadi, pilihan yang ada adalah kita harus #BangkitBersama.

Dimulai dari yang terdekat yaitu tetangga.

Sebab, di saat seperti ini tetangga adalah jaring pengaman terkuat. Beli jualan tetangga untuk kebutuhan sehari-hari, agar jualanya laku. Syukur bisa untuk bantu tetangga terdampak yang tidak mampu.

Kemudian, cari dan informasikan bila ada petani, peternak, pedagang, dan umkm di sekitar yang barangnya menumpuk karena kesulitan menjual (terutama produk pangan).
Segera share ke jaringan terdekat entah via WAG, FB dan sosmed lainya, agar lebih banyak teman yang bisa membantu rame-rame membelinya, atau minimal ikut mepromosikan produknya. Jangan sampai produknya busuk karena jalur distribusi yg masih terputus saat ini.

Intinya, sekarang adalah saatnya kita bersama-sama MEMBELA dan MEMBELI produk petani, peternak, produsen, penjual dan UMKM tetangga / sekitar agar ekonomi lokal tetap berputar.

FB : Widya Supena

Kampung kendang Sentul

Kampung kendang Sentul

Village Tourism Learn Play and Happy

Sentul is name of distric in Blitar City East Java Indonesia near from Soekarno Tomb ( Founding Father and first President of Indonesia ). In Sentul have many home industry and produce any kind of woodcraft and wood music instrument. This village is very interesting to visit here. We can found any kind of woodcraft, and memorable experience to learn in this village.

Package 1

Price                :           5.000 IDR

Facilities          :           1.  Visiting process make djembe body

                                    2.  Look aroud polishing product djembe

                                    3.  Look how to carving djembe

                                    4.  Look how to install skin process

                                    5.  enjoy djembe performance

6. duration 1.5 until 2 hours

Package 2

Price                :           20.000 IDR

Facilities          :           1.  Visiting process make djembe body

                                    2.  Look aroud polishing product djembe

                                    3.  Look how to carving djembe

                                    4.  Look how to install skin process

                                    5.  Workshop how to do painting on small djembe high 15 cm

                                          ( product can choose custom product : small maracas,

      or other handycraft )

6. Product will be own by visitor

7. duration 2 until 3 hours

Package 3

Price                :           500.000 IDR

Facilities          :           1. Djembe basic learning

                                    2. teach by professional lecture

                                    3. duration 5 – 7 hours

                                    4. minimum 10 participants                         

Package 4  

Price                :           contact to admin

Facilities          :           1. Djembe workshop for company

                                    2. djembe for team work

                                    3. djembe performance for company gathering or other event

                                    4. play 3 – 5 profesional player

contact                        : sugeng hariyanto

phone/whatsapp       : +6281217870700

office                           : jl ir soekarno rt 2 rw 6 jurang sembot

  kelurahan sentul kota blitar east java Indonesia

  ( north of Makam Bung Karno around 1 km )